Terimakasih kawan…

Februari 5, 2008 at 9:15 am (Apa aja deh, Life)

Hari ini saya di undang makan-makan oleh teman-teman KPLI Jogja. Saya yang memang kebetulan sedang berhemat ria begitu mendengar makan-makan mata saya langsung kinclong dan tanpa ragu-ragu saya menyanggupi ajakan tersebut (mumpung gratis bo ! )

Memang sekilas makan-makan tersebut mungkin berkesan remeh buat sebagian orang, toh seporsi ramen yang gedenya minta ampun—tapi hal tersebut sangat berarti bagi saya. Ada makna lain di balik makan-makan “nggragas” tersebut.

Makan-makan tersebut dimaksudkan dalam rangka pembubaran panitia Indonesian Linux Conference 2007 yang diselenggarakan 17 November 2007 di UII Kaliurang.

Seperti kata Getux pada ini , ILC 2007 ini memang banyak sekali hambatan nya. Banyak sekali konflik yang terjadi di struktur kepanitiaan. Misuh-memisuh, kebingungan dan kesalahpahaman antar panitia tidak dapat dihindarkan lagi.

Termasuk saya yang notabene sebagai bendahara ILC tapi saya malah memutuskan keluar dari kepanitiaan karena banyak sekali situasi yang sangat membuat saya takut dan tidak nyaman.

Saya sadar pada saat itu, tindakan yang saya ambil sangat beresiko menghancurkan persahabatan saya dengan rekan-rekan KPLI yang lain, tapi saya memang sepertinya “trully madly a loser”….Saya kabur…..

Saya malah melarikan diri dan jarang bergabung lagi dengan teman-teman panitia lain nya padahal mereka sangat sibuk dan jelas-jelas membutuhkan bantuan. Saya bahkan sempat marah karena nama saya tetap dicantumkan dalam kepanitiaan. Saya menginginkan nama saya dihapus seutuhnya.

Yah pada akhirnya acara ILC tersebut berjalan tanpa saya dan saya merasa bersalah tetapi sudah terlanjur dan saya hanya bisa minta maaf sambil berharap semoga mereka tetap mau memaafkan saya.

Dan ketika sms datang dari Getux “Makan-makan pembubaran panitia ILC, Kumpul di KPTU jam 10.00 teng !”
NB : Walaupun dalam prakteknya jam 11.00 baru berangkat ke tempat makan sih :-P .
Pembenaran makan2 tersebut juga diiyakan oleh si Bang Jardiknas yang mengatakan “Udah dateng saja”

Saya terharu, sedih sekaligus bahagia karena ternyata saya masih dianggap ada teman-teman KPLI. Teman-teman masih menyambut saya dengan senang, meledek saya dengan kejam dan tanpa ragu-ragu memotret saya yang sedang dalam kondisi rakus.

Bukan seporsi ramen yang menjadi init, tetapi ketulusan mereka memaafkan saya membuat saya sadar bahwa saya sudah seharusnya belajar mengerti orang lain. Sepanjang acara “penyiksaan” tersebut, tidak henti-hentinya mereka meledek saya, yang katanya saya nggilani lah, amit-amit dsb—tapi saya benar-benar terharu….

Mereka tanpa teringat akan luka yang pernah saya goreskan, tetap tersenyum tulus, menepuk bahu saya dengan pasti, menjabat tangan saya dengan erat lalu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi saya yang sedang kesakitan makan ramen (sariawan nih……). Bahkan saya masih sering merecoki mereka dengan numpang nya saya untuk nge net gratis di kantor mereka,sms+telpon malam-malam hanya utk menanyakan repo dan erorr problem di Mint saya,jemput saya di kos padahal hujan-hujan
—-benar-benar tulus…

Saya menjadi tersadar bahwa sudah seharusnya saya mengurangi kadar keegoisan saya yang memang sangat tinggi. Saya harus belajar memaafkan orang lain, bertoleransi dan mengerti arti tanggung jawab serta belajar lebih menerima keadaan.

Saya sadar bahwa saya memang terlahir dengan ego yang sangat tinggi, mau menang sendiri, keras kepala dan mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap orang lain–dan akibat sifat ini, saya sering bermasalah dengan orang lain—

Teman-teman telah mengajarkan saya arti lain di balik acara penyiksaan tersebut. Begitu tulus, riang tanpa beban (kecuali beban kekenyangan :D )

Terimakasih kawan….Pelajaran yang sangat berharga untuk seorang egois…Terimakasih….
[*ngelap ingus]

my best regard for all KPLI crew

Permalink & Komentar

Malas nya kambuh dengan Mint

Februari 5, 2008 at 8:52 am (Apa aja deh, Life, Open Source)

Hahahahaha….Saya hari ini downgrade….Open Office Mint Gutsy saya selalu ngambek kalo buat nge print dan ketika saya restart ulang selalu saja si ngambek satu ini meminta recovery mode.
Berhubung tanduk saya sedang keluar ya sudahlah…

Melongok ke repo…
Hmmm….
$sudo apt-get remove+ openoffice.org-core :-P

Di repo adanya cuman open office ubuntu 2.3…

Beres….
Si Stylus-C45 mau berjalan….
Yo siap-siap ke kampus….. :D

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar