Woman with love and open source….
Yeah.. I just call tag “open source” is “Linux” …well maybe someday this stuff thing will have other meaning word just as my friends said that open source is not always meant Linux, but for me –and it’s still, Linux is open source
Menanggapi dari link pak nukman
Setelah membaca tulisan dari bapak nukman, ada beberapa hal yang perlu saya garis bawahi. Topik dan cinta. Arti dari kedua hal ini adalah tulislah topik dalam blog anda dimana anda memang menyukai untuk menulis hal ini, bukan dalam artian anda sekedar menulis karena target untuk blogging dan harus menulis karena bulan-bulan yang lalu sudah tidak menulis
.
Saya mengaitkan topik ini dengan tag “open source”
Lalu tag kedua adalah “woman”.
Tag ketiga adalah “cinta”. Kita gabungkan, Cinta + Woman + Open source….
Bisa saya artikan gabungan tag tersebut adalah seberapa cintakah kaum wanita terhadap open source sehingga karena cinta itulah mereka rela untuk meluangkan waktu untuk bergaul dengan linux, developing bahkan patching sistem –bukan hanya sekedar pengguna browsing, chatting, processing word, listening their favourite music—
Pertanyaan yang ada adalah “Mengapa kebanyakkan pengembang OSS adalah kaum pria ??”
Apakah perbedaan hormon testerogen yang sedikit pada kaum wanita sehingga mengapa kebanyakkan OSS didominasi kaum pria ?
Kalau memang kaum wanita mencintai suami mereka dengan tulus mengapa mereka tidak belajar mencintai OSS dengan penuh kasih sayang pula ?
Aih—Jauh-jauh dulu deh kata OSS…
Apakah anggapan yang terlanjur melekat pada kebanyakkan opini masyarakat sekarang bahwa perempuan tidak harus bersentuhan dengan dunia IT, mengenal komputer,internet, bahkan menjadi sys admin,cukup perempuan menjadi ibu rumah tangga saja–menjadikan kaum perempuan terbelenggu dengan kebutaan teknologi ?
Lalu dimanakah cinta itu ? Lalu apakah seorang perempuan bisa dikatakan mencintai dirinya sendiri jika dia sendiri tidak mengenal teknologi internet padahal dengan internet dia bisa melihat banyak cinta…Cinta terhadap ilmu di wiki, cinta marketing online dan bahkan cinta OSS !
Cinta membutuhkan kesabaran…
Apakah cinta yg dimiliki pada kaum wanita memang sedikit hanya untuk sekedar berkenalan dan memahami Linux ? Memahami Linux, berusaha mempelajari, dan bahkan membuat dunia percintaan dengan Linux menjadi indah, menghadapi pertengakaran-pertengkaran dalam kompilasi Linux adalah hal yang membutuhkan kesabaran, toleransi…
Tidak ada di dunia ini yang kita peroleh secara instan. Apabila anda mendapatkan sesuatu termasuk pembelajaran sebuah sistem operasi secara cepat katakanlah Anda hanya mengenal kulit nya saja. Anda harus bersabar…
Seorang perempuan bisa memiliki kesabaran yang teramat tinggi untuk menghadapi cobaan ketika manakala dia mengalami KDRT. Begitu pula ketika mempelajari LInux yang mungkin saja Anda akan mengalami kernel panic atau mendadak direktori /var anda menghilang semua
Semuanya butuh kesabaran dan cinta…
Sehingga dengan cinta itulah, kita akan mendapatkan balasan kebahagiaan karena cinta tulus kita…Cinta itu berarti pengertian dimana ketika kita ingin membangun sesuatu bukan berarti mata kita tertutup akan satu hal pada OSS saja (mentang-mentang sudah mau nya pake Linux thok). Just cross your thinkin through so much lovely OS –tentunya dengan cara yang halal
Ayo kaum perempuan ! Break the dogma !! Tunjukkan cinta kalian pada OSS ! Be strong and smart ! If you want to love so you have to love your self, open your brain to the technology so you can find so much love there. From there you will find love called OSS. It’s pure love..
Just give them your care…
So they will give you love if you give ‘em your fully heart
Ber linux lah dengan penuh cinta
Install LAMPP secara manual bagian 1
Menanggapi tanggapan dari : (link seseorang yang menganggap ku adalah lelaki
)
Berikut langkah-langkah yang sudah saya praktekkan dalam rangka menginstall apache2, php5 dan mysql4 dengan cara manual ke dalam mesin Debian Etch saya. Cara ini bisa juga berlaku untuk Debian Box yang lain seperti Ubuntu 7.10 (otomatis masih dalam kategori keluarga *.deb
)
Saya sengaja menginstall ketiga aplikasi ini (ketiga duet ini sering disebut LAMPP ) karena jujur saja saya sering bingung jika menginstall secara apt-get install, saya sering bingung mencari file-file hasil kompilasi dari apt tersebut. Saya bingung dan sering lupa untuk mencari semisal mencari lib-lib, manual ataupun konfigurasi yang berhubungan dengan aplikasi tersebut (catatan : saya termasuk orang yang kurang kerjaan juga sehingga saya lebih memilih cara manual ini
)
Karena kita menginstall dari file source nya langsung alias kita install dari file *.tar.gz nya maka yang kita butuhkan terlebih dahulu adalah file tar.gz nya. Sebaiknya kita meletakkan file source yang berhasil kita download di direktori /usr/local/src untuk memudahkan proses instalansi.
Donwload lah file tar.gz melalaui command apt-get source. Oh iya, pastikan terlebih dahulu file /etc/apt/sources.list anda ada syntax deb-src nya karena deb-src ini berguna untuk kita mendapatkan source tar.gz.
enggar@aguilera:~$ cat /etc/apt/sources.list
–> Uncommented bagian deb-src yah….
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy main restricted
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy main restricted
## Major bug fix updates produced after the final release of the
## distribution.
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates main restricted
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates main restricted
## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu
## team, and may not be under a free licence. Please satisfy yourself as to
## your rights to use the software. Also, please note that software in
## universe WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu security
## team.
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy universe
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy universe
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates universe
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates universe
## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu
## team, and may not be under a free licence. Please satisfy yourself as to
## your rights to use the software. Also, please note that software in
## multiverse WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu
## security team.
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy multiverse
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy multiverse
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates multiverse
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-updates multiverse
## Uncomment the following two lines to add software from the ‘backports’
## repository.
## N.B. software from this repository may not have been tested as
## extensively as that contained in the main release, although it includes
## newer versions of some applications which may provide useful features.
## Also, please note that software in backports WILL NOT receive any review
## or updates from the Ubuntu security team.
# deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-backports main restricted universe multiverse
# deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ gutsy-backports main restricted universe multiverse
enggar@aguilera:~$ sudo apt-get update
enggar@aguilera:~$ cd /usr/local/src/
enggar@aguilera:/usr/local/src$ sudo apt-get source apache2, mysql, php5
enggar@aguilera:/usr/local/src$ ls
apache2_2.2.4.orig.tar.gz php-5.2.5.tar.bz2
apache2.tar.gz php5.2-latest.tar.gz
imap-2007 php5_5.2.3.orig.tar.gz
imap-2007a.DEV.tar.gz php-imap_5.1.2.orig.tar.gz
imap-2007.tar.gz qmailrocks
openssl_0.9.8e.orig.tar.gz qmailrocks.tar.gz
php-4.4.8.tar.gz
Oke. Kita sudah mendapatkan source tar.gz nya.
enggar@aguilera:/usr/local/src$ sudo tar zxvf apache2_2.2.4.orig.tar.gz
Akan terbentuk direktori httpd-2.2.4. Masuklah ke direktori tersebut.
enggar@aguilera:/usr/local/src/httpd-2.2.4$ sudo mkdir /usr/local/apache2
enggar@aguilera:/usr/local/src/httpd-2.2.4$ sudo ./configure –enable-modules=so –prefix=/usr/local/apache2
Perintah konfigurasi di atas berarti mengaktifkan dukungan Dynamic Shared Object (DSO) pada Apache sehingga jika kita ingin menambahkan dukungan PHP pada Apache, kita harus mengaktifkan module ini.
Apabila anda ingin mengetahui opsi – opsi ./configure maka kita cukup ketikkan ./configure –help
Setelah ./configure beres dan tidak ada output error , kita lanjutkan dengan :
enggar@aguilera:/usr/local/src/httpd-2.2.4$ sudo make
enggar@aguilera:/usr/local/src/httpd-2.2.4$ sudo make install
Kita dapat melihat file /usr/local/src/httpd-2.2.4/config.log untuk melihat log hasil kompilasi kita. DI file inilah, kita dapat melihat apakah ada error pada saat kompilasi ./configure
Hasil kompilasi tersebut akan di tempatkan direktori /usr/local/apache2 dimana pada direktori ini semua hasil kompilasi termasuk htdocs, bin, build dll ada di sini (/usr/local/apache2 ini berfungsi sebagai ServerRoot)
Untuk test apakah apache telah terinstall maka kita ketikkan :
enggar@aguilera:/usr/local/src/httpd-2.2.4$ cd /usr/local/apache2/bin
enggar@aguilera:/usr/local/apache2/bin$ apachectl start
Test dari browser. Ketikkan localhost. It works on my Etch
Maaf ga ada skrinsyut nya…Fakir benwit
Masya Allah….Saya perempuan lho….
: http://enggaraguilera.wordpress.com/2007/08/28/eye-os-sistem-operasi-kah-atau-cms-biasa/#comment-40
Komentar paling bawah dari mas Alchalidi
Masak saya di bilang cowok ? Huaaaaaaaa….
*menangis pedih