Kampus ku di antara DHCPOFFER dan DHCPDISCOVER
Hari ini entah kenapa Akses Point DHCP kampus ngadat, ogah menangani request DHCP dari si Joybuk ber chipset AR 5006 EG ini.
……
Listening on LPF/ath0/00:17:c4:06:57:13
Sending on LPF/ath0/00:17:c4:06:57:13
Sending on Socket/fallback
DHCPREQUEST on ath0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPREQUEST on ath0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPDISCOVER on ath0 to 255.255.255.255 port 67 interval 6
DHCPDISCOVER on ath0 to 255.255.255.255 port 67 interval 12
DHCPDISCOVER on ath0 to 255.255.255.255 port 67 interval 13
No DHCPOFFERS received.
Trying recorded lease 10.120.0.215
PING 10.120.0.1 (10.120.0.1) 56(84) bytes of data.
— 10.120.0.1 ping statistics —
1 packets transmitted, 0 received, +1 errors, 100% packet loss, time 0ms
No working leases in persistent database – sleeping.
Padahal ter iwlist scan ada sekitar 10 ESSID akses point aktif yang seharusnya siap menerima titah dhclient si JoyBuk ber ndiswrapper, tapi tetap saja sampe jempol keriting mengetikkan dhclient atho, tetap saja tidak ada satupun paket DHCPOFFER yang didapat.
Hiks..padahal nafsu gairah saya sedang membuncah untuk optimalisasi LAMPP saya. Tapi apalah daya….
Ternyata memang benar bahwa koneksi internet di Indonesia sangatlah tidak manusiawi dimana harga koneksi sangat mahal apalagi untuk kalangan mahasiswa. Bagaimana mahasiswa mau maju kalau fasilitas sekedar buka gmail via dhclient saja tidak becus..Padahal bisa saja, setelah buka INBOX gmail, ada konfirmasi bahwa saya keterima jadi keponakan nya Om Gugle atau mungkin sekedar pemberitahuan shipit Hardy Heron telah sampai ke rumah dengan selamat. Dapet 10 Kbps saja deh, cukup lah Pak Rektor, saya untuk melakukan riset mail server saya. Hehehehe
**Piss ah Pak Admin….kembali ke kasta wvdial