Beranda > Apa aja deh, Life > Victory Loves Preparation

Victory Loves Preparation

Minggu 30 Januari 2011 kemaren, gue nonton film The Mechanic yang dibintangi sama si botak Jason Statham. Film tersebut menceritakan bagaimana kehidupan seorang pembunuh bayaran terutama menceritakan mengenai persiapan bagaimana Mr Bishop (Jason Statham) akan menghabisi korban nya.

Persiapan-persiapan dilakukan dengan seksama, teratur, dan rapi.

Sang Mr Bishop begitu teliti, tenang dalam mepersiapkan skenario pembunuhan. Skenario pun dirancang sesuai dengan profil hidup calon korban, apakah korban menderita ini itu..sehingga risiko paling besar yg dapat menimbulkan kematian utk korban itu akan dipakai utk menghabisi calon korban.

Pada saat waktu “H” alias eksekusi pembunuhan, Mr Bishop demikian cekatan, cepat tetapi teliti dan rapi dalam proses pembunuhan korban. Mulai dari cekat menggunakan senjata api, mencekik korban dan berlari menghindari bodyguard korban

(yaelah namanya tokoh utama mana mungkin terkejar gitu looohhh…)

Secara overall, saya menilai film ini dengan rating B- karena menurut saya, akting Mr Bishop dan para kawann maupun lawan datar-datar saja, tidak ada gregetnya.

But that’s not the point i meant….Sebuah pelajaran berharga saya dapatkan dari film ini.

Berdasarkan apa yg saya tulis sebelumnya, maka saya membuat suatu kesimpulan
(yg tentunya berlaku utk saya doonngg)

yaitu adanya kombinasi antara kisah Bishop dengan 3 kategori akan tetapi untuk kategori 1 membutuhkan assestment lebih lanjut.

    So maksudnya apa nih ?

Apa yang dijalankan Mr Bishop perlu kita teladani. Bukan membunuhnya tetapi bagaimana cara/metode mas Bishop dalam mencapai tujuan nya.

Setelah menentukan semua tujuan (entah itu tujuan jangka pendek atau tujuan jangka panjang) hidup dalam kategori 1, maka kita perlu melakukan beberapa tindakan-tindakan untuk menggapai tujuan tersebut dimana tingkah laku tersebut membutuhkan beberapa ramuan bumbu yang diantaranya :

- SWOT

Know Your Self !! So kita akan mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan peluang untuk mencapai tujuan serta kelemahan dan bahaya yg dapat menghambat.

TUJUAN : S2 di luar negeri
Strenght : Prestasi kerja bagus, dapat dukungan dari bos untuk kuliah
peluang : beasiswa
Weakness : ga bisa bahasa inggris
Threat : banyak saingan berebutan beasiswa (curhat nihhhh :D )

- sadar risiko yang menghalangi tujuan

Hal ini merupakan weakness dan threat yg didapat dari analisis SWOT. Semua tujuan pasti ada aja yang menghambat. So tentukan apa saja yg menjadi hambatan kita. Lakukan semacam assestment terhadap hambatan apa yg dpt menghalangi tujuan hidup kita.

Buatlah semacam seperti mitigasi terhadap hambatan2 tersebut. Mitigasi itu seperti apa sih bentuk antisipasi(pengendalian diri) yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari hambatan tsb.

Buatlah semacam deskripsi mengenai apa saja hambatan-hambatan dan mitigasi.

Kemudian tentukan seberapa besar nilai masing-masing hambatan tersebut.

Terhadap hambatan yg memiliki nilai bahaya paling tinggi, prioritas lah !!
Lakukan lebih banyak pengendalian diri terhadap hambatan ini karena karena hambatan ini merupakan mengandung risiko tinggi dimana hambatan ini yang PALING mengganggu tercapainya tujuan.


TUJUAN : S2 di luar negeri
Weakness : ga bisa bahasa inggris
Threat : banyak saingan berebutan beasiswa (curhat nihhhh :D )

---------jenis-jenis hambatan dari 2 assestment di atas------------
1. Banyak saingan
2. Bahasa Inggris kurang lancar
3. Nominal beasiswa kurang
4. Tidak direstui orang tua, nenek, mertua, tetangga...bla bla bla....

Ternyata hambatan paling besar adalah nomor 1. Mitigasi yang dapat diterapkan adalah buatlah diri kita menjadi the Best dalam seleksi beasiswa, entah itu nilai TOEFL/TOEIC paling bagus, presentasi memikat di depan accessor….

- Ketekunan, kesabaran

Pantang menyerah. Apapun hambatan menghalangi, hajar sajalah. Tapi tentunya cara menghajar harus menggunakan strategi tertentu.

- teliti, cekat baik dalam berpikir maupun bertindak

Jangan lemot. Karena semakin cepat kita kerkembang, semakin kita kaya akan pengalaman hidup otomatis semakin matang kita dlm berpikir. Memang proses pendewasaan diri membutuhkan waktu, jadi tanggaplah terhadap apa yang kita alami setiap hari. Open our mind dan berusahalah untuk jadi lebih baik untuk hari esok dan esok lagi.

My Fortune cookie said.... "Self knowlodge needs long life process"

- DOA

Bumbu terakhir ini memiliki kekuatan maha dahsyat (apalagi doa dari ibu). Sekeras apapun usaha anda, tanpa doa adalah hal mustahil.

Semua bumbu tersebut haruslah diracik dalam komposisi seimbang, tanpa berlebih. Dan karena tujuan hidup Anda begitu banyak, tergantung periode dan jangka waktu, maka bumbu-bumbu tersebut juga harus diracik secara periodik. Apabila akan mencapai tujuan baru, maka harus meracik bumbu baru lagi, aduk terus bumbu sampai mendapatkan citarasa yang pas (tujuan) dan apabila sudah hampir mendekati tujuan ya porsi bumbu doa ditambah supaya direstui Yang Di Atas –ya tergantung mau tujuan kategori 1, 2 atau 3.– :)

Seperti mengutip apa kata Bang Bishop….

Because Victory Loves Preparation….

Jadi siapkan Anda menjadi pemenang ? :)

Categories: Apa aja deh, Life
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.